Erianti silalahi
Wah kali ini saya lagi mau posting pelajaran nih knowers..
FISIKA,, yayaya berhubung banyak yang nanya tentang praktikum ini, ya udah saya coba post ^^
Semoga bermanfaat..

I. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan adalah menentukan indeks bias kaca plan parallel.
II. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan praktikum, diantaranya yaitu :
1. Balok Kaca
2. Mistar
3. Busur
4. Jarum
5. Stereoform
6. Kertas Grafik
Persamaan pergeseran sinar pada balok kaca :
Keterangan :
d : tebal balok kaca, (cm)
i : sudut datang, (°)
r : sudut bias, (°)
t : pergeseran cahaya, (cm)
1. Membuat garis lurus horizontal pada kertas grafik.
2. Menempatkan sisi balok kaca tepat pada garis lurus di kertas grafik.
3. Membuat garis sudut datang, kemudian jarum ditancapkan tepat pada garis sudut datang.
4. Melihat posisi jarum dari sisi balok kaca yang lain, kemudian menancapkan jarum pada titik sehingga kedudukan
jarum berimpit dengan jarum yang berada pada garis sudut datang.
5. Buatlah garis pada titik-titik jarum yang berimpit, garis tersebut merupakan garis yang meninggalkan balok kaca.
6. Buatlah garis dari titik sudut datang pada batas sisi balok kaca dengan titik pada batas titik balok kaca sinar
yang meninggalkan balok kaca. Garis yang berada dalam balok kaca disebut garis sinar bias.
7. Catat sudut datang = ….° dan sudut bias = ….°
8. Lakukan dengan besar sudut datang yang berbeda-beda kemudian masukkan dalam bentuk tabel
9. Lalu buatlah grafik hubungan sinus I dengan sinus r.
1. Sinar datang dari medium rapat ke medium rengang, sehingga sinar dibelokkan menjauhi garis normal (i < r) dan
terjadi pemendekan semu.
2. Pada pembagian Sinus i dan Sinus r hasilnya antara 1,5. Jika hasilnya jauh dari 1,5, maka hasil tersebut dianggap
salah.
3. Hasil pembagian dari Sinus i dan Sinus r adalah konstan.

III. LANDASAN TEORI
Pembiasan cahaya berarti pembelokan arah rambat cahaya saat melewati bidang batas dua medium bening yang berbeda indeks biasnya. Pada Hukum I Snellius berbunyi, “sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. Sedangkan Hukum II Snellius berbunyi, “jika sinar datang dari medium renggang ke medium rapat (misalnya dari udara ke air atau dari udara ke kaca), maka sinar dibelokkan mendekati garis normal. Jika sebaliknya, sinar datang dari medium rapat ke medium renggang (misalnya dari air ke udara) maka sinar dibelokkan menjauhi garis normal”. Contoh penerapan Hukum Snellius, misalkan pada cahaya yang merambat dari medium 1 dengan kecepatan v1 dan sudut datang i menuju ke medium 2. Saat di medium 2 kecepatan cahaya berubah menjadi v2 dan cahaya dibiaskan dengan sudut bias r seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini :
Pada contoh di atas, terlihat bahwa sinar datang (i) > sinar bias (r) atau dengan kata lain sinar bias mendekati garis normal, terjadi ketika sinar menembus batas bidang dari medium renggang ke medium rapat. Bila sinar berasal dari sebaliknya, yakni dari medium rapat ke medium rengang, maka sinar menjauhi garis normal (i < r) dan terjadi pemendekan semu. Bila sudut datang terus diperbesar, maka tidak ada lagi cahaya yang dibiaskan, sebab seluruhnya akan dipantulkan. Sudut datang pada saat sudut biasnya mencapai 90°, dimana sudut ini ini disebut sudut kritis (saat sin r = sin 90 = 1).
Kaca plan paralel atau balok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar
Berikut merupakan gambar dari Pembiasan Kaca Plan Paralel :
IV. LANGKAH KERJA
Langkah kerja pada pembiasan kaca plan parallel, yaitu sebagai berikut :
V. KESIMPULAN
Kesimpulan pada praktikum pembiasan kaca plan parallel tersebut diantaranya adalah :
4. Saat pembiasan terjadi, bayangan obyek tersebut tidak lurus tetapi membelok.

Related Posts by Categories

0 Responses

Poskan Komentar

South Park Kyle Broflovski - Pen